Leslie Tay - How to Win the Race Against Sudden Cardiac Arrest

About Dr Leslie Tay

Dr Leslie Tay adalah seorang dokter spesialis jantung yang praktik di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Spesialisasinya adalah di bidang intervensi jantung dengan keahlian dalam hal tata laksana pasien yang menderita penyakit arteri koroner yang kompleks. Ia memiliki minat khusus dalam bidang kardiologi olah raga dan pencitraan CT kardiovaskular.

Bagaimana Cara Memenangkan Pertandingan Melawan Henti Jantung Mendadak

Bahkan atlet yang paling fit pun dapat terserang penyakit jantung.

Dr Leslie Tay, seorang spesialis jantung intervensi di Mount Elizabeth Hospital, memberikan saran bagaimana mengurangi risiko terjadinya henti jantung mendadak saat berolah raga.

Selalu menyedihkan dan mengejutkan bila mendengar berita tragis dimana atlet yang relatif masih muda meninggal secara mendadak ketika berlaga dalam acara yang membutuhkan daya tahan tubuh. Meskipun kematian seperti itu jarang terjadi (1 dalam 50000 hingga 1 dalam 8000 peserta setiap tahunnya), bahkan satu kematian pun rasanya terlalu banyak, terlebih bila kejadian tersebut dapat dicegah.

Apakah yang dimaksud dengan henti jantung mendadak?

Seperti yang terlihat dari namanya, henti jantung mendadak terjadi ketika jantung secara tak terduga dan mendadak berhenti berdenyut. Pada saat yang bersamaan, suplai darah ke otak dan organ-organ penting terhenti. Bila tidak segera ditangani, orang tersebut akan meninggal dalam hitungan menit.

Kapankah henti jantung mendadak menyerang?

Henti jantung mendadak biasanya terjadi ketika seseorang mencapai puncak dari pertandingannya. Ini adalah saat dimana atlet memacu diri mereka lebih jauh untuk mencapai garis akhir, sehingga menyebabkan aliran adrenalin yang dapat memicu denyut jantung yang tidak teratur (yang dijuluki sebagai 'irama jantung yang mematikan'). Ini, pada akhirnya, menyebabkan henti jantung mendadak, khususnya pada orang yang sebelumnya telah memiliki penyakit jantung.

Apa yang dapat menyebabkan terjadinya henti jantung mendadak?

Terdapat lebih dari 20 kondisi yang mungkin berhubungan dengan henti jantung mendadak saat acara olah raga atau yang membutuhkan daya tahan tubuh. Pada peserta yang berusia lebih dari 35 tahun, henti jantung mendadak seringkali dihubungkan dengan penyakit arteri coroner dan serangan jantung. Namun, pada peserta yang lebih muda, biasanya yang bertanggung jawab adalah kelainan jantung yang diwariskan [bawaan?], dan kondisi yang paling umum adalah kardiomiopati hipertrofik (KH).

KH terjadi ketika suatu bagian otot jantung menjadi tebal secara tidak normal dan mengganggu aliran darah. Selain itu, sel-sel otot jantung yang bertanggung jawab terhadap denyut jantung yang teratur juga menjadi sangat kacau. Kombinasi kedua faktor ini meningkatkan risiko terjadinya irama jantung yang mematikan.

Ketika seseorang yang menderita KH kehabisan tenaga dan mengalami dehidrasi (contohnya dalam pertandingan yang intens), tubuhnya kehilangan darah akibat dehidrasi dan jantungnya berjuang untuk menyuplai darah ke tubuh secara memadai. Suplai darah yang stabil dan memadai memastikan tubuh menerima oksigen dalam jumlah yang cukup untuk bertahan hidup, namun ketika suplai tersebut terganggu, terjadilah irama jantung yang mematikan dan pada akhirnya hal itu menyebabkan henti jantung mendadak.

Mengenai gejala-gejalanya

Banyak korban henti jantung tidak mengalami gejala apapun, namun banyak kondisi yang menyebabkan henti jantung muncul dengan gejala yang tidak baik, seperti sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, pingsan atau kehilangan kesadaran.

Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk acara yang membutuhkan daya tahan tubuh

Mempersiapkan diri secara matang untuk ikut serta dalam suatu pertandingan atau latihan rintangan bukan berarti hanya melatih kekuatan fisik Anda. Melakukan skrining jantung juga sama pentingnya untuk meyakinkan bahwa Anda fit untuk bertanding.

Bila Anda memiliki penyakit yang Anda rasa dapat membahayakan diri Anda, maka Anda harus berbicara dengan dokter Anda sebelum berkomitmen untuk mengikuti pertandingan.

Meskipun tidak sepenuhnya dapat diandalkan, skrining sebelum partisipasi merupakan kunci untuk mengidentifikasi individu yang berisiko mengalami henti jantung mendadak. Pemeriksaan medis dilakukan untuk menyaring pasien yang memiliki penyakit jantung yang mendasari, yang dapat menyebabkan mereka mengalami peningkatan risiko terserang henti jantung mendadak. Bila penyakit jantung terdeteksi, maka pasien dapat melanjutkan dengan pengobatan.

Skrining sebelum partisipasi tidak hanya berlaku bagi atlet profesional dan mereka yang berlari maraton, namun juga berlaku bagi mereka yang mempertimbangkan untuk mulai melakukan program olah raga yang berat.

Apa yang harus dilakukan sebelum mengikuti acara yang membutuhkan daya tahan tubuh

Latihan yang memadai
Mulai jalani program latihan yang tepat untuk kegiatan dimana Anda akan berpartisipasi dan berikan waktu untuk membangun intensitas secara bertahap. Sebagai panduan, pelari maraton seringkali mulai berlatih sedikitnya 6 bulan sebelum pertandingan, dan bahkan lebih awal lagi bila Anda adalah seorang pemula.

Hidrasi
Anda mungkin sudah siap untuk mengeluarkan keringat saat pertandingan, namun Anda juga harus ingat untuk mengisi tubuh Anda dengan cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Saat tubuh Anda melalui berbagai tahapan dehidrasi di sepanjang pertandingan, tubuh Anda juga kehilangan darah. Untuk mencegah terjadinya kekurangan suplai oksigen (dan akhirnya meninggal karena henti jantung), ingatlah untuk mengisi tubuh Anda dengan air selama pertandingan berlangsung.

Dengarkan tubuh Anda
Ini mungkin sulit, namun belajarlah untuk membaca tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh Anda. Tubuh Anda adalah indikator terbaik akan batasan Anda dan belajar mengenali kapan tubuh Anda kehabisan tenaga dapat mencegah Anda melakukan olah raga yang terlalu berat.

Berkonsultasilah dengan dokter Anda
Jangan bertanding bila Anda mengalami sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, atau merasa pusing saat berolah raga. Sebagai tindakan pencegahan, berkonsultasilah dengan dokter Anda apakah Anda sebaiknya menghindari pertandingan bila Anda memiliki riwayat diabetes mellitus, hipertensi, hiperlipidemia, atau riwayat henti jantung mendadak dalam keluarga.

Ingatlah, bagian penting dari persiapan yang matang adalah menjalani skrining jantung. Jangan menerima kesehatan Anda begitu saja dan menganggap bahwa Anda pasti fit untuk bertanding. Skrining jantung dapat mengurangi risiko terjadinya henti jantung mendadak.

Hubungi kami untuk mendapatkan janji dengan seorang dokter spesialis dalam waktu 24 jam.

Central Patient Assistance Centre

Hotline 24 Jam: +65 6735 5000

Email: cpac@parkwaypantai.com

Buat janji secara online: www.parkwayhospitals.co.id

Daftar AXA Mandiri FitNation Di Sini